Ciri-ciri Kaca Mobil Retak yang Masih Bisa Diperbaiki
Isabella Browning
Updated on March 26, 2026
Lihat Foto
Kaca mobil pecah akibat lemparan batu.(Unsplash.com)
JAKARTA, KOMPAS.com - Seiring penggunaannya, kaca mobil bisa mengalami keretakkan yang cukup panjang baik karena terkena baret, goresan, pengaruh jalan bergelombang, benturan, tabrakan, sampai hawa panas.
Namun, tidak semua kondisi tersebut memungkinkan untuk kaca dirapihkan seperti sedia kala. Terdapat syarat tertentu yang tak bisa diganggu gugat mengingat keamanan dan kenyamanan berkemudi.
"Maka, jangan panik apabila kaca mobil retak panjang. Segera bersihkan di bagian retakan tersebut khususnya serpihan kaca mobil, debu, pasir, tanah, dan kotoran lainnya," kata Aftersales Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, Senin (25/10/2021).
Baca juga: Hari Pertama Perluasan Ganjil Genap di Jakarta, Pengendara Sudah Patuh
"Pastikan tidak ada partikel yang memungkinkan bakal membuat kondisi itu semakin parah. Sekaligus memudahkan penyuntikan resin ke dalam retakkan apabila ingin dibenari," lanjut dia.
Setelah merasa bersih, segera ke bengkel terdekat untuk diperbaiki dengan cara memasukkan cairan resin. Cara pengerjaan ini cukup mudah dan tidak memakan waktu lama, serta pastinya terjangkau.
Hanya saja, pastikan kondisi kaca tidak melebihi syarat untuk diperbaiki melalui teknik suntik. Bila melebihinya, maka terpaksa harus diganti dengan yang baru.
1. Retakan kurang dari 14 inci
Untuk kaca depan mobil yang biasanya menggunakan tempered glass atau laminated glass, maka retakan panjang maksimal hingga 14 inci (sekitar 35-36 cm) masih memungkinkan untuk diperbaiki.
Namun, kalau ukuran retakan lebih dari itu, maka sayang sekali harus dilakukan penggantian seluruhnya.
Baca juga: Industri Otomotif Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
2. Tidak menembus kaca interior
Cara memperbaiki kaca mobil retak panjang juga tidak bisa dilakukan apabila kedalaman retakannya sampai ke bagian interior.
"Sebab, hal ini akan menyulitkan perbaikan, bahkan bisa jadi sia-sia karena resin tidak bisa mencapai bagian dalam kaca," kata Imansyah.
3. Tidak terjadi di sudut
Sering sekali kaca mobil retak di bagian sudut-sudutnya. Lalu, retakannya menyebar ke bagian tengah. Kalau begini, maka perbaikan pun tak dapat dilakukan dan disarankan untuk menggantinya saja dengan yang baru.
4. Tidak mengganggu fitur yang ada pada kaca mobil
Beberapa tipe kendaraan saat ini dilengkapi dengan berbagai sensor yang diletakkan di kaca. Misalnya sensor radar, suhu, radio, antena, dan teknologi canggih lainnya.
"Kalau retakan sampai ke bagian fitur tersebut, maka sebaiknya bawa mobil kesayangan Anda ke bengkel resmi," ujar dia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Pilihan Untukmu
`); var wSpecStop = createElementFromHTML(`
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.